BinaISV Weblog

Blog yang menyediakan informasi perkembangan program Microsoft BinaISV

Jawaban dari kesulitan ISV di Indonesia

Independent Software Vendor (ISV) di Indonesia masih belum berkembang, terlihat dari hasil survey tahun 2005 yang menandakan hanya 10 vendor yang maju dari total 250 vendor. Dari segi bisnis, Indonesia bukanlah lahan yang tepat untuk mengembangkan ISV,  mengingat Indonesia termasuk dari 11 negara dalam priority watch list  karena tingginya tingkat pembajakan CD, VCD dan software.

 

Kurangnya pernghargaan terhadap software inilah yang membuat ISV-ISV di Indonesia berjalan ditempat. Selain tingginya tingkat pembajakan, software-software ini sulit dijual. Melihat fenomena ini Microsoft merangkul ISV-ISV lewat programnya yang bernama Microsoft Partner Program (MSPP).  Melalui program ini Microsoft membantu memberikan knowledge pada para ISV dengan syarat para ISV ini membangun program mereka diatas platform Microsoft.

 

MSPP ini mempunyai misi untuk mengakselerasi para ISV agar berkembang. Selain itu MSPP juga membantu meningkatkan kemampuan ISV dalam membangun software berstandard international dengan cara memberi akses pada teknologi terkini dan menyiapkan mitra-mitra yang siap membantu lewat program-programnya seperti Microsoft Talent Day, ISV Classterm, dan ISV Accelerator Curriculum.

 

Kesulitan utama dari para ISV ialah kurangnya sumber daya manusia, dengan adanya Microsoft Talent Day, para ISV ini dipertemukan dengan calon developer-developer. Acara ini digelar setiap 6 bulan atau satu tahun sekali di universitas-universitas. ISV sendiri dipertemukan dengan perusahaan-perusahaan calon pengguna ISV dalam ISV Classterm.

 

Sedang untuk menambah pengetahuan para ISV, MSPP mengadakan workshop regular per bulan yaitu ISV Accelerator Curriculum yang diadakan di Jakarta dan Yogyakarta.

 

“Dalam workshop ini kita undang para ISV untuk diberi knowledge bagaimana membuat sebuah produk yang lebih baik, dan jika sudah tercipta sebuah product kita bantu dari segi marketingnya,” ujar Risman Adnan, developer Evangelist Microsoft.

 

ISV Accelerator Curriculum batch pertama yang berlangsung dari Mei-July 2006, memberikan fondasi pengetahuan dasar kepada ISV, bagaimana membuat software yang baik. Dalam workshop lima hari ini para developer diberi pengetahuan tentang pembuatan software yang  baik dari mulai programming skillnya, penulisan code, mendesain applikasi, membuat sebuah software yang aman hingga pada cara mengintegrasikan satu aplikasi dengan aplikasi yang lainnya.

 

Dalam workshop ini para developer dilatih untuk mengatur orang dan prosesnya dibantu dengan tools dari Microsoft yang bernama Visual Studio 2005.

 

Sedangkan untuk batch kedua, periode Agustus – September 2005,  ISV Accelerator Curriculum ini mengangkat topik mengenai aplikasi pembuatan web. Aplikasi pembuatan web ini berbicara mengenai bagaimana membuat aplikasi yang bisa running  di browser. Dimulai dari masalah Infrastuktur, aplikasinya, web page, web parts dan security-nya, hingga implementasi AJAX. AJAX ini sejenis apliaksi web yang responsive. “ Jadi ketika orang membuka aplikasi, webnya tidak blank dan kita beri knowledge, “  tambah Risman.

 

Untuk ISV-ISV yang masih bertahan di bidangnya, MSPP bisa menjadi jalan keluar agar ISV-ISV ini bisa berkembang. Karena menurut Adrian Anwar, Product Marketing Manager untuk Platform Microsoft Indonesia, ISV Indonesia secara rating  intelektual tidak kalah dengan luar negeri.

 

“Kita cuma kalah di standarisasi saja. Hal ini menyebabkan pilihan banyak jatuh ke perusahaan besar atau ke luar negri yang telah terstandarisasi,” jelas Adrian. (Ichita)

  

Comments

 

BinaISV Weblog said:

Update artikel tentang press release BinaISV di Jakarta dan di Yogyakarta, dapat dilihat pada bagian...
August 9, 2006 8:27 PM